Rabu, 12 Desember 2012

laporan karakteristik dinamik


KALIBRASI INSTRUMEN UKUR
(KARAKTERISTIK DINAMIK)
LAPORAN PRAKTIKUM INSTRUMEN DAN PENGUKURAN

DOSEN PEMBIMBING : Ir. HERIYANTO

OLEH :
DEDI HARIYANTO                (101411008)
DEDI SUGIYANTO                (101411009)
DESI ASRI YANI                    (101411010)
DONNY WIRYAWAN                       (101411011)

KELAS 2 A

 
 























LABORATORIUM INSTRUMEN DAN PENGUKURAN
DIPLOMA 3 TEKNIK KIMIA
POLITEKNIK NEGERI BANDUNG
2011

KARAKTERISTIK DINAMIK

I.                   TUJUAN
Setelah melakukan praktikum ini seluruh mahasiswa diharapkan dapat,
1. Menentukan konstanta waktu inmstrumen ukur;
2. Menentukan waktu tanggap waktu ninstrumen ukur;


II.                DASAR TEORI

Karakteristik dinamik menunjukan performa instrument ukur ketika mengukur variable yang berubah cepat, tetapi memerlukan waktu beberapa saat sebelum mencapai tanggapan penuh.Waktu yang digunakan, tergantung pada resistensi, kapasitansi, massa atau inersia dan waktu mati instrument. Karakteristik dinamik dapat dinyatakan dengan tanggapan undak (step response), tanggapan miring (ramp response), dan tanggapan frekuensi dari instrument ukur.

2.1. Tanggapan Undak

Perubahan mendadak (undak) terjadi ketika variable terukur secara tiba-tiba berubah dari kondisi tunak pertama (first steady state) ke kondisi nilai tunak kedua (second steady state). Sebagai contoh, perubahan mendadak sebesar 100oC dapat dilakukan dengan memindahkan sensor suhu dari es mencair ke dalam air mendidih.
Tanggapan undak sebuah instrument dapat digolongkan kedalam : sangat terendam (over damped), rendaman kritik (critically damped) atau osilasi terendam (under damped). Tanggapanm sangat terendam atau rendaman kritik dinyatakan dalam waktu tanggap (response time) dan waktu naik (rise time). Tanggapan osilasi terendam dinyatakan dalam waktu naik (rise time), prosentase overshoot, dan waktu mantap (setting time).
Dengan menganggap instrument ukur sebagai system orde-1, maka nilai pengukuran mengikuti persamaan ,

Y = KA [ 1 – ℮ -t∕τ ] + yo
Dengan :
Y               = nilai keluaran setiap saat,
A               = nilai perubahan masukan,
Yo = nilai keluaran mula-mula saat steady state awal,
                  τ                    = konstanta waktu,
                                                                                                                                                                                  
       
∆Y             = perubahan keluaran setelah steady state   =  Y max – Yo
∆X             = perubahan masukan.

Time Constant (konstanta waktu) adalah waktu yang diperlukan keluaran untuk mencapai 63,2 % dari nilai perubahan keseluruhan.

Response Time (waktu tanggap) adalah waktu yang diperlukan keluaran untuk mencapai prosentase tertentu 9biqasanya 95 %) dari nilai perubahan keseluruhan.

Tr = 3τ

Rise time (waktu naik) adalah waktu yang diperlukan keluaran untuk berubah dari prosentase tertentu (biasanya 5 %) ke prosentase yang lebih besar (biasanya 95 %).

5 % - 95 % rise time = 2,94 τ


2.2. Metoda  Statistika untuk Mengukur Konstanta Waktu

1)      Hitung deviasi standar untuk seluruh pengukuran (s)
                                                   S τ = √∑( τ i – τ ) 2  
                                                       N – 1 
     2).  Tentukan nilai (t) dari table distribusi – t berikut :

  Tabel 2.1. Distribusi-t
Derajat Kebebasan
( N-1)
P = 68,3%
(1 s )
P = 95 %
P = 99 %
P = 99,73 %
( 3s)
1
1,80
12,7
64
235
2
1,32
4,30
9,9
19,2
3
1,20
3,18
5,8
9,2
4
1,15
2,78
4,6
6,6
5
1,11
2,57
4,0
5,5
6
1,09
2,45
3,7
4,9
7
1,08
2,37
3,5
4,5
8
1,07
2,31
3,4
4,3
9
1,06
2,26
3,2
4,1
10
1,05
2,23
3,2
4,0
15
1,04
2,13
3,0
3,6
20
1,03
2,09
2,8
3,4
30
1,02
2,04
2,8
3,3
> 30
1,00
1,98
2,6
3,1
1.00
1,96
2,58
3,0

2)       Nilai ketidak pastian adalah , ∆τ = S τ   t
                                                              √N

3)      Maka nilai konstanta waktu adalah , τ ± ∆τ

III.             ALAT DAN BAHAN

1.  Termometer Gelas         1 buah
2.  Termometer Logam      1 buah
3.  Stopwatch                     1 buah
4.  Gelas Kimia 1 L            1 buah
5.  Waterbath                     1 buah





IV.             LANGKAH KERJA

1.      Persiapan
2.      Perubahan Naik

3.      Perubahan Turun
Langkah-langkah yang dilakukan sama dengan pengukuran naik, tetapi dimulai dari suhu panas ke suhu dingin (celupkan termometer ke dalam waterbath terlebih dahulu, baru kemudian celupkan ke dalam gelas kimia).






V.                DATA PENGAMATAN

v  PENGUKURAN NAIK
Tabel 1. Pengamatan Suhu

Percobaan Ke-
1
2
3
4
5
Suhu air dingin (Td), oC
27,5
27,0
27,0
27,5
28,0
Suhu air panas (Tp), oC
77,5
79,0
83,0
80,0
83,0
Suhu akhir = 0,63(Tp-Td) +Td
59,0
59,8
62,3
60,6
62,7

           Tabel 2. Pengamatan Hambatan Sensor 

Percobaan Ke-
1
2
3
4
5
Hambatan dalam air dingin (Rd), Ω
21
22
22
22
23
Hambatan dalam air panas (Rp), Ω
80
77
82
82
80
Hambatan akhir = 0,63(Rp-Rd) +Rd
58,17
56,63
59,80
59,80
58,17

           Tabel 3. Pengamatan Konstanta Waktu
No.
Kostanta Waktu (τ)
Termometer (detik)
Termometer Logam (detik)
1.
3,96
2,55
2.
3,52
2,00
3.
3,66
2,21
4.
3,93
2,68
5.
3,28
2,43

v  PENGUKURAN TURUN
Tabel 4. Pengamatan Suhu

Percobaan Ke-
1
2
3
4
5
Suhu air dingin (Td), oC
28,0
28,5
28,5
28,5
29,0
Suhu air panas (Tp), oC
80,5
79,5
83,0
83,0
80,0
Suhu akhir = 0,63(Tp-Td) +Td
47,4
47,4
48,7
48,7
47,8
Tabel 5. Pengamatan Hambatan Sensor

Percobaan Ke-
1
2
3
4
5
Hambatan dalam air dingin (Rd), Ω
24
24
24
24
24
Hambatan dalam air panas (Rp), Ω
76
80
82
78
80
Hambatan akhir = 0,63(Rp-Rd) +Rd
43,32
44,72
45,46
43,98
44,72

Tabel 6. Pengamatan Konstanta Waktu
No.
Kostanta Waktu (τ)
Termometer (detik)
Termometer Logam (detik)
1.
2,90
2,26
2.
3,06
2,11
3.
3,09
2,11
4.
3,12
2,17
5.
3,05
2,09


VI.             PENGOLAHAN DATA

v  Pengukuran Naik
Termometer Gelas:                                                               Termometer Logam :
Detik
(t i )
( τ  - τ´)
(τ  - τ´)2 x 10-2
3,96
0,29
8,41
3,52
-0,15
2,25
3,66
-0,01
1
3,93
0,26
6,76
3,28
-0,39
15,21
τ´=3,67

∑ = 33,63
Detik
(t i )
( τ  - τ´)
(τ  - τ´)2 x10-2
2,55
0,18
3,24
2,00
-0,37
1,37
2,21
-0,16
2,56
2,68
0,31
9,61
2,43
0,06
0,36
τ ´= 2,37

∑ = 17,14



Ø  Termometer Gelas

        


Ø  Termometer Logam


Ø  Konstanta waktu rata-rata

=
=
= 3,02



1.1  Nilai ketidakpastian
Ø  Dengan besaran fisik
1)      Untuk termometer gelas
 x 2,78
0,36
Maka nilai konstanta waktu =
                                          =
2)      Untuk termometer logam
 x 2,78
0,26
Maka nilai konstanta waktu =
                                          =

Ø  Dengan persen rata-rata
1)      Untuk termometer gelas
2)      Untuk termometer logam
      1.2 Rise time
1)      Untuk termometer gelas
2)      Untuk termometer logam
 6,97

1.3  Response Time
1)      Untuk termometer gelas
2)      Untuk termometer logam
 7,11

v  Pengukuran Turun
Termometer Gelas:                                                               Termometer Logam :
Detik
(t i )
( τ  - τ´)
(τ  - τ´)2 x 10-2
2,90
-0,144
2,074
3,06
0,016
0,026
3,09
0,046
0,212
3,12
0,076
0,577
3,05
0,006
0,004
τ´=3,044

∑ = 2,893
Detik
(t i )
( τ  - τ´)
(τ  - τ´)2 x10-2
2,26
0,11
1,21
2,11
-0,04
0,16
2,11
-0,04
0,16
2,17
0,02
0,04
2,09
-0,06
0,36
τ ´= 2,15

∑ = 1,93

Ø  Termometer Gelas

        





Ø  Termometer Logam


Ø  Konstanta waktu rata-rata
=
=
= 2,6

2.1  Nilai ketidakpastian
Ø  Dengan besaran fisik
1)      Untuk termometer gelas
 x 2,78
0,086
Maka nilai konstanta waktu =
                                          =
2)      Untuk termometer logam
 x 2,78
0,086
Maka nilai konstanta waktu =
                                          =



Ø  Dengan persen rata-rata
1)      Untuk termometer gelas
2)      Untuk termometer logam

2.2  Rise Time
1)      Untuk termometer gelas
2)      Untuk termometer logam
 6,32
2.3  Response Time
1)      Untuk termometer gelas
2)      Untuk termometer logam
 6,45









VII.          PEMBAHASAN
Praktikum kali ini bertujuan untuk menentukan konstanta waktu instrumen ukur,  menentukan waktu tanggap instrumen ukur dan untuk menentukan waktu naik instumen ukur. Untuk menentukan konstanta waktu ukur , diperlukan adanya konstanta waktu, waktu tanggap (response time), dan waktu naik (rise time) pada temperatur air dingin dengan air panas.
            Waktu pengukuran adalah salah satu faktor yang menentukan ketelitian. Bila pengukuran dilakukan terlalu cepat, maka nilai yang diperoleh belum menunjukkan nilai sebenarnya. Begitupun sebaliknya, bila pengukuran terlalu lama meskipun akan diperoleh nilai sebenarnya, akan terjadi pemborosan waktu yang tidak perlu. Oleh karena itu harus diketahui berapa lama pengukuran dilakukan agar dihasilkan nilai dalam batas toleransi yang diterima.  Besaran yang menentukan lama pengukuran disebut dengan konstanta waktu. Selain konstanta waktu, terdapat besaran lain yang dapat menunjukkan secara nyata waktu pengukuran yang diperlukan, diantaranya waktu tanggap dan waktu naik. Dengan mengetahui waktu tanggap  dan waktu naik, dapat diketahui seberapa cepat pengukuran dapat dilakukan.
            Nilai ketidak pastian  pengukuan menentukan seberapa besar penyimpangan nilai dari nilai rata-rata. Penentuan nilai ketidakpastian dilakukan dengan cara :
§  Menghitung deviasi standar untuk seluruh pengukuran (sy)
§  Menentukan nilai (t) dari tabel distribusi –t
§  Nilai ketidakpastian : ∆y =  t
Dalam persen skala penuh : ∆y   =    t       x   
 Konstanta waktu, waktu tanggap (response time),dan waktu naik (rise time) pada temperatur air dingin (25-28oC) dengan air panas (78-84oC) yang diukur dengan menggunakan termometer gelas dan termometer logam secara pengukuran naik dan pengukuran turun, mempunyai nilai yang berbeda. Ini terbukti dari hasil pengukuran yang didapatkan dan dapat dipastikan bahwa perbedaan yang terjadi adalah akibat dari perbedaan ketelitian dari kedua instrument ukur tersebut. Termometer gelas yang digunakan dalam percobaan mempunyai ketelitian 2 0C sedangkan termometer gelas memiliki ketelitian 1 0C. Dari kedua alat yang digunakan dapat disimpulkan bahwa termometer gelas mempunyai ketelitian yang lebih tinggi dibadingkan dengan termometer logam, karena dapat merubah kondisi pengukuan dengan cepat dengan mengikuti perubahan kondisi dari kondisi yang ada.
Dalam percobaan ini penampilan instrument ukur ketika  instrument ukur mengukur variabel dengan perubahan yang sangat cepat. Media pengujian instrumen ukur adalah dengan mengunakan air dingin dan air panas. Sedangkan pada umumnya instrument tidak bisa mengikuti perubahan yang cepat, karena instrument ukur memerlukan waktu untuk berubah atau memberikan keterangan tentang ukuran yang diinginkan. Hal ini disebabkan karena instrument ukur tersebut mengalami tahapan yang disebut tanggapan undak (step response) atau mengalami perubahan yang sangat cepat sekali dari variable ukur pertama ke variable ukur kedua yang dialami ketika termometer dengan suhu air dingin (25-28oC) dan suhu diatas 80 oC ketika ada dalam air panas. Selain itu, tingkat sensitifitas dari tiap termometer berbeda, sehingga hasilnya juga berbeda. Ketika dalam melakukan percobaan, seperti dalam memegang termometer serta dalam pembacaan angka juga berpengaruh terhadap nilai.
Dari data time konstan yang ada pada data pengamatan di atas terdapat perbedaan time konstan pada saat pengukuran naik dan pengukuran turun dari termometer raksa. Seharusnya secara teoritis, nilai time konstan pada pengukuran naik dan pengukuran turun adalah sama. Sehingga dari data tersebut dapat dilihat bahwa termometer logam lebih cepat menanggapi kenaikan temperatur daripada penurunan temperatur yang disebabkan karakteristik bahan termometer yang mudah menyerap panas dari pada termometer gelas.
Faktor yang mempengaruhi ketidakpastian pengukuran diantaraya penentuan waktu memberhentikan stopwatch dalam menghentikan pengkuran naik ataupun turun. Kurang telitinya dalam mengamati perubahan suhu sehingga dalam menentukan waktu juga kurang tepat. Human error, serta kesalahan paralak operator dalam mengoperasikan alat ketika pembacaan itu dilakukan. Dalam pembacaan suhu terukur oleh alat yang diambil saat suhu belum menunjukkan nilai yang konstan, kesalahan paralaks, random error, maupun pengukuran suhu dalam kondisi yang tidak stabil
Dalam hal ini perlu di lakukan usaha untuk memperkecil ketidakpastian sehingga didapatkan hasil yang lebih akurat, yaitu dengan cara melakukan pengukuran berulang-ulang (rendundan observations) dan melakukan hitung perataan terhadap hasil pengukuran dan kesalahan pengukuran.





VIII.       KESIMPULAN
Dari praktikum di atas didapatkan:
·         Deviasi standar
Termometer Gelas
     
Termometer Logam
           
·         Nilai –t berdasarkan tabel distribusi adalah 4,303
·         Nilai ketidakpastian adalah:                  
                        Untuk termometer gelas
 x 2,78
0,086
Maka nilai konstanta waktu =
                                          =
            Untuk termometer logam
 x 2,78
0,086
Maka nilai konstanta waktu =
                                          =

·         Dalam persen skala penuh  :         
∆y   =    t       x      
1)      Untuk termometer gelas
2)      Untuk termometer logam
·         Perhitungan Waktu Tanggap dan Waktu Naik
Pengukuran Naik
Waktu tanggap dan waktu  naik thermometer raksa pada  pengamatan suhu.
Waktu tanggap :
tr = 3τ =    detik
Untuk termometer gelas
Untuk termometer logam
 6,45

Waktu naik :
Untuk termometer gelas
Untuk termometer logam
 6,32

1.      Penyebab dari ketidakpastian tersebut yaitu Human error, serta kesalahan paralak operator dalam mengoperasikan alat ketika pembacaan itu dilakukan. Dalam pembacaan suhu terukur oleh alat yang diambil saat suhu belum menunjukkan nilai yang konstan, kesalahan paralaks, random error, maupun pengukuran suhu dalam kondisi yang tidak stabil
2.      Saran dari kelompok kami, kita harus lebih teliti dalam melakukan percobaan dan selalu berhati-hati agar dapat memperoleh hasil yang maksimal. Selain itu, kita harus bisa bekerja sama dalam tim.



DAFTAR PUSTAKA
Tim Penyusun.Jobsheet Praktikum Instrumentasi dan Pengukuran.Bandung:Polban
Bateson, R.N. (1993). Introduction to Control  System Technology. Maxwell Macmillan Internasional, Singapura.
Anderson, N.A. (1980). Instrumentasi for Process Measurement and Control. Chilton Co. Radnor, Pennsylvania.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar